Language

IndonesiaEnglish

Login

Tes Creatine Kinase (CK) Metode IFCC, Sampel Serum atau Plasma Heparin EDTA, Makna dan Kegunaan Klinis

Mengapa Metode IFCC Penting, dan Bagaimana Sampel Serum atau Plasma Heparin EDTA Mendukung Hasil yang Andal

Apa Itu Creatine Kinase (CK), dan Mengapa Diukur?

Creatine Kinase (CK) adalah enzim yang membantu sel mengelola energi, terutama di otot rangka dan otot jantung. Saat sel otot mengalami kerusakan, CK akan masuk ke aliran darah. Itulah sebabnya, nilai CK yang lebih tinggi sering mengarah pada adanya cedera otot atau kondisi yang membuat otot bekerja terlalu berat.

Alasan Klinis Umum Pemeriksaan CK Diminta

Pemeriksaan darah CK biasanya diminta dokter ketika ada tanda atau risiko kerusakan otot, misalnya:

  • Otot terasa nyeri, lemah, atau dicurigai gangguan otot (miopati)

  • Cedera otot berat akibat trauma, terlalu lama tidak bergerak, atau kejang

  • Dugaan rhabdomyolysis, termasuk yang dipicu olahraga atau aktivitas fisik ekstrem

  • Dugaan efek obat atau paparan zat tertentu, misalnya sebagian obat penurun lipid yang pada sebagian pasien dapat memicu keluhan otot

Meski sangat sensitif untuk mendeteksi kerusakan otot, CK bukan penentu diagnosis tunggal. Nilainya perlu dibaca bersamaan dengan keluhan pasien, hasil pemeriksaan dokter, dan pemeriksaan laboratorium lain yang relevan.

Article image

Persyaratan Sampel

Untuk pemeriksaan Creatine Kinase (CK), jenis sampel yang umumnya diterima adalah:

Serum

  • Paling sering digunakan dalam alur kerja kimia klinik.

Plasma

  • Plasma heparin

  • Plasma EDTA

Intinya, serum atau plasma heparin/EDTA dapat digunakan sebagai spesimen yang sesuai untuk pengukuran CK, selama penanganannya konsisten dengan analyzer laboratorium dan IFU (Instructions for Use) reagen yang digunakan.
Tips pra-analitik praktis

  • Hindari keterlambatan pemrosesan dan kondisi penyimpanan ekstrem bila memungkinkan, karena CK merupakan pengukuran aktivitas enzim yang sensitif terhadap integritas sampel.

  • Hindari spesimen yang tampak jelas terkompromi (misalnya hemolisis berat) apabila IFU menyatakan kondisi tersebut berisiko menimbulkan interferensi.

Apa Arti “Metode IFCC” pada Pemeriksaan CK?

IFCC (International Federation of Clinical Chemistry and Laboratory Medicine) berperan penting dalam membuat pengukuran aktivitas enzim lebih seragam melalui prosedur rujukan internasional. Pada pemeriksaan CK, prosedur rujukan IFCC di 37°C sering dijadikan acuan utama karena membantu harmonisasi metode, sehingga hasil CK menjadi lebih konsisten dan lebih mudah dibandingkan antar alat, reagen, maupun laboratorium.

Article image

Apa yang Terjadi Secara Analitik pada Uji CK yang Selaras IFCC?

Pada banyak metode pemeriksaan total CK saat ini, CK tidak diukur “langsung”, melainkan lewat rangkaian reaksi enzimatik. Aktivitas CK akan mendorong terbentuknya ATP, lalu reaksi lanjutan menghasilkan NADPH sebagai penanda yang bisa dibaca alat. Analyzer memantau perubahan absorbansi secara spektrofotometri, biasanya pada 340 nm, dan besarnya perubahan ini sebanding dengan aktivitas CK.

Mengapa Ini Penting?

Menggunakan kondisi uji yang selaras dengan standar IFCC membantu laboratorium mencapai:

  • Komparabilitas hasil yang lebih baik antar-instrumen dan antar-lokasi

  • Pemantauan tren hasil yang lebih andal untuk pemeriksaan ulang atau follow-up

  • Kepercayaan klinis yang lebih kuat saat hasil dibagikan di jaringan rujukan

Cara Menginterpretasikan Hasil CK

1) Kenaikan CK ringan hingga sedang
Penyebab yang sering ditemui di praktik sehari-hari meliputi:

  • Aktivitas fisik berat baru-baru ini atau otot tertarik

  • Suntikan atau trauma ringan

  • Obat-obatan tertentu

  • Infeksi virus yang pada beberapa kasus disertai gambaran miositis

Variasi CK setelah olahraga sudah banyak dilaporkan. Sebagian orang dapat mengalami kenaikan CK pasca-olahraga yang lebih besar dibanding orang lain, meskipun jenis aktivitasnya serupa.

2) Kenaikan CK tinggi dan kekhawatiran rhabdomyolysis
Rhabdomyolysis sering dibahas menggunakan ambang seperti “beberapa kali” di atas batas atas normal (upper limit of normal/ULN). Banyak ulasan menyebut kriteria kecurigaan klinis seperti “lebih dari 5 kali ULN”, namun angka pastinya bisa berbeda tergantung pedoman, populasi, dan setting layanan.
Pada konteks exertional rhabdomyolysis (rhabdomyolysis terkait aktivitas fisik), beberapa dokumen panduan klinis menggunakan ambang yang lebih tinggi untuk meningkatkan spesifisitas, misalnya nilai sekitar 10.000 IU/L atau “50 kali ULN” pada populasi tertentu. Meski begitu, diagnosis tetap ditentukan oleh riwayat dan gejala, bukan oleh CK saja.

Frequently Asked Questions

Apakah CK bisa diperiksa dari plasma, bukan hanya serum?
Bisa. Pemeriksaan CK dapat dilakukan menggunakan serum atau plasma (heparin/EDTA), tergantung metode yang digunakan di laboratorium serta validasi analyzer dan reagen yang dipakai.

Apakah IFCC adalah metode “terbaik” untuk pemeriksaan CK?
Prosedur rujukan IFCC dirancang untuk standardisasi dan traceability (ketertelusuran) hasil. Banyak uji CK rutin dibuat agar selaras dengan prinsip IFCC karena membantu meningkatkan komparabilitas hasil antar laboratorium.

Apa perbedaan total CK dan CK-MB?
Total CK menggambarkan aktivitas CK secara keseluruhan dari berbagai jaringan (terutama otot rangka dan otot jantung). CK-MB adalah isoenzim yang secara historis digunakan untuk penilaian kondisi jantung. Namun, diagnostik jantung modern umumnya lebih memprioritaskan troponin. Pemeriksaan CK-MB masih digunakan pada konteks tertentu, dengan pendekatan analitik yang berbeda sesuai kebutuhan klinis.

Article image

Kesimpulan

Pemeriksaan Creatine Kinase (CK) merupakan penanda kimia klinik yang praktis dan bernilai tinggi untuk mendeteksi serta memantau cedera sel otot dalam situasi nyata, mulai dari keluhan otot yang umum hingga kondisi berisiko lebih tinggi seperti rhabdomyolysis. Penggunaan serum atau plasma heparin/EDTA mendukung alur kerja pengambilan sampel yang lebih fleksibel, sementara metode yang selaras dengan IFCC memperkuat standardisasi serta komparabilitas hasil antar laboratorium.

References

IFCC primary reference procedure for CK at 37°C (Clin Chem Lab Med, 2002).

JCTLM listing supporting higher-order reference method alignment for CK (IFCC 37°C).

NCBI Bookshelf StatPearls overview of CK testing principles and coupled-reaction measurement.

Recent rhabdomyolysis review discussing commonly used CK-based criteria.

Exertional rhabdomyolysis clinical practice guideline example thresholds in specific active populations.

We would be glad to help you!

Address

Jl. Kyai Caringin No. 18-A RT 10/RW 4. Cideng, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat. Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Phone

Customer Care +62 817-887-060 +62 817-887-060

Telemarketing +62 811-712-906 +62 811-712-906

call to action